Bahasa Indonesia English
SEKILAS INFODIRGAHAYU PAHLAWANKU 10 NOVEMBER 2015 “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku” » DIRGAHAYU SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928 - 28 OKTOBER 2015 » Bupati SWM Terima Penghargaan "JKN AWARD" dari Kemenkes RI » Bupati SWM Terima Bintang Kehormatan LVRI Sebagai Penghargaan Atas Jasa-jasa Mengisi Kemerdekaan » Bupati Kepulauan Talaud Raih PengAnugrahan Good Goverment Award »

Baru 5 Menit Pidato, Polisi Turunkan Mahatir dari Podium

Bookmark and Share
Sabtu, 06 Juni 2015 - 11:33:54 WIB » Diposting oleh : Administrator » Hits : 550 » Internasional

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Polisi memaksa Mahatir Mohamad menghentikan ceramahnya  yang baru berjalan lima menit dalam acara bertajuk Nothing2Hide di Kuala Lumpur, Jumat pagi, 5 Juni 2015. Perdana Menteri Najib Razak yang diundang, tidak hadir dalam acara dialog itu.

"Saya datang ke sini hari ini untuk berbicara tentang sesuatu yang hilang, milik kita semua," kata mantan Perdana Menteri Malaysia periode 1981 hingga 2003. Dia bertanya ke hadirin, apakah kita telah merdeka atau masih terjajah?

Mahatir menjelaskan alasannya untuk tidak lagi menyokong Datuk Seri Najib Razak walaupun dia adalah anak Tun Abdul Razak yang menjadi idolanya. Saya, katanya, amat berutang budi kepada Tun Razak, sebab itu saya minta supaya Seri Najib meneruskan perjuangan Tun Razak. Saya sokong Datuk Seri Najib.

Akan tetapi, Mahatir menemukan banyak dasar-dasar yang dibuat PM Najib tidak membawa kebaikan kepada negara. "Dia terlalu tunduk kepada Singapura, dia terlalu tunduk kepada Amerika," kata Perdana Menteri Malaysia yang keempat itu.  

Mahatir mencontohkan, ketika Malaysia akan membuat kereta api cepat, Najib Razak harus bertanya ke Perdana Menteri Singapura dan mendapat jawaban penolakan. "Jadi apakah negara kita ini sudah merdeka? Ataukah masih dijajah? Saya melihat negara kita masih dijajah."

Selanjutnya Mahathir menyinggung skandal keuangan yang melilit perusahaan penanaman modal milik negara 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dikaitkan dengan PM Najib.

Tiba-tiba beberapa anggota polisi naik ke atas panggung dan meminta Mahathir menghentikan pidatonya. Kepada polisi dia menjelaskan dirinya diundang pihak panitia dan seharusnya diperbolehkan berbicara.

Polisi lantas memutus tayangan di dua layar video besar yang menampilkan wajah mantan Perdana Menteri itu. Mahathir lalu digiring turun dari podium. Pendukungnya di ruangan itu berteriak "tidak" dan "hidup Dr Mahathir". Setelah pidatonya dihentikan, pria berusia 89 tahun itu duduk di panggung dan berbicara kepada pers tanpa mikrofon.

Berita Lainnya


Bupati Kab. Kepulauan Talaud

Sri Wahyumi Maria Manalip, SE

Wakil Bupati Kab. Kepl. Talaud

Petrus Simon Tuange, S.Sos, M.Si.
Kontak Admin
Online Operator HUMAS-1Operator HUMAS-1
Online Operator HUMAS-2Operator HUMAS-2
Statistik

683460

Pengunjung hari ini : 55
Total pengunjung : 91866
Hits hari ini : 314
Total Hits : 683460
Pengunjung Online : 5
Ip :54.227.51.103
Browser :
Web Link