Bahasa Indonesia English
SEKILAS INFODIRGAHAYU PAHLAWANKU 10 NOVEMBER 2015 “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku” » DIRGAHAYU SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928 - 28 OKTOBER 2015 » Bupati SWM Terima Penghargaan "JKN AWARD" dari Kemenkes RI » Bupati SWM Terima Bintang Kehormatan LVRI Sebagai Penghargaan Atas Jasa-jasa Mengisi Kemerdekaan » Bupati Kepulauan Talaud Raih PengAnugrahan Good Goverment Award »

Kadis Dikpora : Tiala Silsilah “I’Porodisa –I’Yupung Tanani” Penting Sebagai Bahan Ajar Mulok

Bookmark and Share
Senin, 22 Juni 2015 - 11:01:36 WIB » Diposting oleh : Administrator » Hits : 750 » Daerah

Bannada,- Kabupaten Kepulauan Talaud dihuni beraneka ragam suku bangsa. Banyak cerita rakyat, mitos, dongeng dan legenda yang sangat penting untuk digali dan dibukukan, agar khazana budaya lokal bangsa dapat diwariskan. Barangkali ada cerita rakyat Daerah Kabupaten Talaud yang mirip dengan cerita rakyat daerah lain. Hal itu menunjukkan, dalam keragaman Kebinekaan Indonesia, dimanapun kita berada selalu ada benang merah yang menghubungkannya.

“Sejarah kerajaan Bannada adalah cerita yang berasal dari peradaban hidup yang berkembang dimasyarakat. Pelestarian bahasa dan sastra daerah sangat penting sebab merupakan warisan budaya nenek moyang yang tinggi nilainya. Upaya pelestarian itu bukan hanya dapat menambah wawasan bahasa, sastra, dan budaya serta sejarah daerah tetapi juga memperkaya khazanah sejarah budaya Indonesia,” tutur Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Talaud DR. Imen Manapode, ME ketika ditemui disela selah acara penandatanganan serta peresmian Prasasti Porodisa di desa Bannada kemarin (sabtu 20/06-15).

Lanjutnya lagi, “Sangatlah perlu sejarah, budaya, serta cerita rakyat yang berbentuk prosa untuk dibukukan. Karena ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi minimnya bahan ajar mata pelajaran muatan lokal disekolah yang ada diKabupaten Kepulauan Talaud. Sebelumnya buku cerita rakyat daerah Kabupaten Talaud dapat dihitung dengan jari, tidak heran kalau kemudian guru ditingkat pendidikan dasar dan menengah dibumi Porodisa kesulitan mengajarkan mata pelajaran muatan lokal,” tuturnya lagi.

Dikarenakan minimnya bahan bacaan tentang sejarah budaya dan cerita rakyat Talaud maka langkah yang ditempuh oleh tenaga pendidik biasanya adalah dengan mengambil cerita rakyat daerah lain. Hal ironis yang terjadi adalah anak didik lebih mengenal sejarah, budaya dan cerita rakyat daerah lain ketimbang sejarah budaya serta cerita rakyat daerahnya sendiri. Dengan dibangunnya situs Budaya Porodisa dan peresmian Tiala silsilah “I’Porodisa –I’Yupung Tanani” oleh Ibu Bupati Kepulauan Talaud ini Sangatlah Penting artinya bagi generasi Talaud sebagai garda depan NKRI. Sehingga bisa menjadi pengenalan agar masyarakat dan anak didik kita tidak terasing dari khazana budaya daerahnya sendiri. Seperti kata pepatah lama, “Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung”, semoga langka kecil ini bisa sangat berarti bagi kita semua,” tutup Dr. Imen Manapode, ME.(humas talaud/FU)

Berita Lainnya


Bupati Kab. Kepulauan Talaud

Sri Wahyumi Maria Manalip, SE

Wakil Bupati Kab. Kepl. Talaud

Petrus Simon Tuange, S.Sos, M.Si.
Kontak Admin
Online Operator HUMAS-1Operator HUMAS-1
Online Operator HUMAS-2Operator HUMAS-2
Statistik

665973

Pengunjung hari ini : 74
Total pengunjung : 87696
Hits hari ini : 202
Total Hits : 665973
Pengunjung Online : 4
Ip :54.81.73.2
Browser :
Web Link