Bahasa Indonesia English
SEKILAS INFODIRGAHAYU PAHLAWANKU 10 NOVEMBER 2015 “Semangat Kepahlawanan Adalah Jiwa Ragaku” » DIRGAHAYU SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 1928 - 28 OKTOBER 2015 » Bupati SWM Terima Penghargaan "JKN AWARD" dari Kemenkes RI » Bupati SWM Terima Bintang Kehormatan LVRI Sebagai Penghargaan Atas Jasa-jasa Mengisi Kemerdekaan » Bupati Kepulauan Talaud Raih PengAnugrahan Good Goverment Award »

Tuuk: Terjadi Pembiaran Pembangunan di Perbatasan

Bookmark and Share
Rabu, 24 Juni 2015 - 20:27:20 WIB » Diposting oleh : Administrator » Hits : 588 » Daerah

Pansus Sorot Jalan Provinsi Diperbatasan di Anak Tirikan...

Manado, (ManadoExpress)

Kondisi buruk ruas jalan yang berstatus jalan provinsi di wilayah perbatasan khususnya di antara kecamatan Geme dan Rainis, pulau Karakelang, kabupaten kepulauan Talaud jadi sorotan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Lima tahunan atau akhir masa jabatan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dan Wakil Gubernur Djouhari Kansil, di DPRD Sulut, Selasa (23/6).

Sorotan terkait masalah tersebut datang dari Dua anggota DPRD Sulut yakni James Tuuk, dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan Amir Liputo dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Meski bukan dari daerah pemilihan (Dapil) Nusa Utara (Sitaro, Sangihe dan Talaud), keduanya terlihat sangat peduli memperjuangkan pembangunan di wilayah perbatasan, ketimbang para koleganya yang berasal dari dapil itu.

Tuuk mengemukakan, persoalan yang terjadi di Talaud, sesungguhnya bukan persoalan sepeleh seperti anggapan Dinas PU provinsi, karena masalah ini menyangkut citra negara ini di mata negara tetangga, termasuk penilaian rakyat terhadap kepedulian pemerintah terhadap mereka. "Dengan alasan yang disampaikan oleh Kadis, saya bisa simpulkan, telah terjadi pembiaran pembangunan di Talaud dan itu oleh pemerintah provinsi," tegas Tuuk.

Menurut politisi dari daerah pemilihan Bolaang Mongondouw Raya (BMR) ini bahwa Dinas PU tidak seharusnya hanya pasrah oleh kondisi kurangnya kontraktor di Talaud, lalu pembangunan tak tuntas. "Saya amat yakin orang sekelas pak kadis, tak mestinya memberi alasan seperti itu, karena apa yang dikemukan oleh pak kadis saya anggap disampaikan juga oleh Gubernur. Harusnya ada solusi bukan menyerah pada keadaan," tandas politisi vokal ini.

Dia mengungkapkan alasannya angkat bicara soal itu, karena selang Sembilan bulan jadi anggota DPRD Sulut, dirinya sudah puluhan kali menerima aspirasi dari warga Talaud, dan semuanya soal ruas jalan tersebut. "Saya tak ada konflik kepentingan dengan warga Talaud. Ini semata-mata karena keprihatinan saya atas aduan masyarakat yang diserati bukti dokumentasinya," tutur Tuuk sembari maju kedepan dan menunjukkan bukti foto kondisi jalan dimaksud.

Meskipun dari sisi RPJMD program pembangunan jalan provinsi sudah melebihi target yakni sudah 75 persen mantap dari 70 persen target, Tuuk tetap mendesak Dinas PU agar segera membangun jalan tersebut. "Jika pemprov tak mampu, saya sarankan diserahkan ke TNI saja. Saya bisa bantu komunikasikan ke pak Danrem, untuk bantu bangun jalan itu. Jangan sampai karena kurangnya perhatian pemerintah lalu warga Talaud lebih memilih ke Pilipina," sarannya.

Selain masalah jalan provinsi di Talaud, Tuuk juga mempertanyakan janji Gubernur untuk memperbaiki jembatan Kanaan di Bolmong yang merupakan Dapilnya. "Saya tidak tahu apakah itu kewenangan provinsi atau kabupaten, tapi menurut warga, Gubernur sudah berjanji akan memperbaikinya. Tiga kali datang safari Natal, Empat kali berjanji dan Lima kali mendustai. Tolong diperhatikan," pintanya.

Senada dikemukakan oleh Liputo bahwa dia sudah melihat langsung kondisi jalan dimaksud dan memang kondisinya memiriskan. "Saya sudah keliling Talaud, mulai dari Melonguane, kemudian ke Geme, Rainis dan Tarun, ternyata menurut warga di wilayah Tampan'ama ruas jalan itu belum perna disentuh pembangunan, bahkan sejak Talaud belum dimekarkan dari Sangihe, jalan itu tak perna diperbaiki," ujar anggota dewan dari Dapil Manado, tapi masih berdarah Talaud ini.

Menanggapi hal itu, kepala Dinas PU mengatakan untuk Talaud, kendala yang dihadapi adalah kurangnya kontraktor dan material, sehingga beberapa kali dialokasikan anggaran, tak mampu diserap secara optimal. "Kontraktor di sana hanya ada Dua, dan proyek di Talaud ada APBD kabupaten, APBD provinsi dan APBN, sementara alat terbatas, makanya sering terlambat. Contohnya proyek dengan anggaran 10 Miliar, selesai dikerjakan 1,5 tahun," jelasnya.

Sikap Tuuk dan Liputo tersebut langsung diapresiasi oleh para tokoh muda Talaud, satu diantaranya Yuler Salauda, yang mengatakan bahwa sikap kritis yang dikemukakan oleh Dua politisi tersebut pada dasarnya sangat kontekstual dengan fakta yang ada di Talaud sekarang ini. "Terkadang dengan kondisi yang ada, kami bertanya-tanya, apakah Talaud masih termasuk wilayah Sulut atau tidak lagi. Karena selama ini daerah kami dapat porsi yang paling kecil dari 'kue' pembagian pemerintah provinsi," ungkapnya.

Jika Talaud masih dianggap wilayah Sulut, kami mendesak pemerintah provinsi agar buka mata dan bertindak. "Jangan hanya menjadikan daerah kami sebagai materi isu strategis jualan pemerintah provinsi ke pusat untuk dapat kucuran dana besar. Tapi giliran dananya turun, daerah kami dilupakan. Tolong Gubernur ambil sikap, jangan hanya dengar laporan yang baik-baik dari Dinas PU, tapi kenyataannya sebetulnya sangat memiriskan," pintanya.

Masalah ini juga ikut disorot anggota Komisi Satu DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud, Godlief Timpua. Diakuinya bahwa selama ini perhatian pemerintah provinsi Sulut ke Talaud masih jauh dari harapan, terutama infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan provinsi. "Akibat buruknya infrastruktur jalan, aksesibilitas warga di wilayah Tampan'ama tak lancar. Bahkan walau satu daratan, warga lebih memilih menggunakan moda transportasi laut. Atas nama rakyat Talaud, kami berharap pemprov dapat memperhatikan masalah jalan," katanya. (joy)

 

Berita Lainnya


Bupati Kab. Kepulauan Talaud

Sri Wahyumi Maria Manalip, SE

Wakil Bupati Kab. Kepl. Talaud

Petrus Simon Tuange, S.Sos, M.Si.
Kontak Admin
Online Operator HUMAS-1Operator HUMAS-1
Online Operator HUMAS-2Operator HUMAS-2
Statistik

665968

Pengunjung hari ini : 74
Total pengunjung : 87696
Hits hari ini : 197
Total Hits : 665968
Pengunjung Online : 4
Ip :54.81.73.2
Browser :
Web Link